Rabu, 09 November 2016

Perbedaan few & a few, little dan a little




Perbedaan few & a few, little dan a little

Kali ini Saya ingin menulis materi tentang bahasa inggris. Semoga bisa bermanfaat


Pada artikel kali ini, Saya ingin membahas perbedaan few & a few, little & a little yang mungkin kita sering jumpai di beberapa tulisan. 4 kata tersebut mempunyai makna yang berbeda meskupun hanya berbeda ada tidaknya ‘a’.
1.      Few dan little (tanpa a) mempunyai arti sedikit (not many, not much, not enough.)
e.g. - there’s little hope of tackling global warming.
      - few books I love to read are novels
2. a few dan a little (dengan a) mempunyai arti beberapa (some).
e.g. have you got a few minutes to hang out with me?
3. very few dan very little memberi arti yang lebih negative (hardly any)
e.g. nowadays, very few people speak Javanese language well  

Jumat, 21 Oktober 2016

Berkah Rihlah (AAS, MoRA, dan LPDP) :D

Hallo kawans, thanks udah mampir di blog ini, Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman pribadi yang semoga bermanfaat bagi orang banyak. tulisan ini sebagai prolog sebelum saya menceritakan detil tentang masing2 beasiswa. Check it out!!

Bulan juli-september merupakan bulan-bulan yang menegangkan. Di mana tes beasiswa master dan pengumuman berlangsung di bulan-bulan tersebut. Dag dig dug sebenernya, tapi aku bawa santai saja. Bulan juli merupakan waktu pengumuman shortlisted beasiswa AAS (Australia Awards Scholarship) yang aplikasinya udah aku submit 3 bulan sebelumnya, tepatnya di last minute deadline tgl 31 April. Beasiswa ini misterius karena tidak disebutkan tanggal pasti pengumumannya. Hanya disebutkan bahwa pengumuman shortlisted akan dipublished pada bulan juni. Namun, selama bulan juni pengumuman tak kunjung datang. Aku dapat info dari temen bahwa di kaskus, fb dll para aplicants pada heboh berdiskusi belum datangnya pengumuman. To be honest, Aku sama sekali tdk kepikiran waktu itu entah karena saking ndredeg nya atau memang udah pasrah aja ;D. Maklum, ini adalah pengalaman pertama daftar beasiswa LN. 

Pada tanggal 12 Juli, Aku dan teman2 pergi ke malang untuk liburan. Di tengah2 liburan tgl 13 Juli pagi, ada whatsapp dari temen2 yang juga daftar beasiswa ini memberitahukan bahwa tim AAS sudah mengirim email pengumuman. Bisa dibayangin dong, lagi asyik2 liburan out of the blue dikasih kabar yang mendebarkan. Jantung tiba2 berdetak lebih kencang dan darah serasa menyerbu otak. Apalagi ketika mereka mengatakan bahwa mereka kurang beruntung. Mereka sangat penasaran dan memaksaku untuk membuka email. Aku tidak berani membuka email selain karena masih dag dig dug, juga karena sinyal sangat lemah sebab lagi di gunung. Akhirnya, aku matikan HP dan menikmati liburan dulu. Sore hari saat perjalanan pulang ke sidoarjo, q aktifkan lagi hp, langsung incoming chats banyak bgt yang menanyakan bagaimana hasil aplikasiku. Aku masih menghiraukan pertanyaan mereka krn q pun tak PD utk mengecek email. Sesampai di rumah sekitar pukul 22.00, q berencana langsung tidur krn badan sangat capek. Saat mau memejamkan mata, terdapat SMS dari AAS yang menyatakan agar segera melihat E-mail dan melakukan konfirmasi. Aku sangat penasaran, akhirnya q buka email dan hasilnya…… terdapat  tulisan successful. Alhamdulillah, I am successful to be shortlisted candidate. Tahap selanjutnya adalah Tes IELTS dan wawancara. Tes IELTS ini bersifat wajib meskipun saya sudah punya sertifikat IELTS. Aku dapat tes Ielts tgl 31 Juli dan wawancara tgl 5 Agustus di Surabaya (untuk lebih rincinya ttg AAS akan saya ceritakan di bagian terpisah).


Di bulan ini, selain pengumuman AAS terdapat juga pengumuman MORA scholarship. Tes MORA (essay on the spot, tes psikologi, LGD (Leaderless Group Discussion)¸ dan wawancara) akan dilaksanakan tgl 2 Agustus di Jakarta. Wait… tgl 31 aku ada tes IELTS di Surabaya, tgl 2 Agustus ada tes di Jakarta, tgl 5 nya tes di Surabaya lagi. Mepet-mepet banget waktunya. Pada waktu itu q tdk memikirkan persiapan krn aku yakin bahwa aplikasi ku buat sendiri maka aku tahu betul isi aplikasi yang ku buat. Yang lebih q persiapkan adalah kesehatan karena jika tidak fit, maka tes tidak berjalan baik. Alhamdulillah tes MORA berlangsung dari pagi pkl. 9.00 – 22.00. WOW ya jam 10 malam. Bisa dibayangkan kan betapa capeknya dan tgl 5 nya aku harus tes wawancara AAS di Surabaya. Singkat cerita,  Pengumuman keluar 2 minggu setelah tes. Saat itu q juga sedang melakukan perjalanan liburan bersama keluarga ke situbondo. Pada saat perjalanan pulang, di grup WA sudah ramai ttg pengumuman kandidat. Aku melihat status BBM salah seorang teman yg mencantumkan q sbg awardee. (nama-nama MORA awardees dipublished di website, berbeda dengan AAS yang pengumumannya personal ke email masing2) Alhamdulillah aku juga lolos beasiswa MORA (untuk lebih rincinya akan saya ceritakan di bagian terpisah).


Well, selain 2 beasiswa itu. aku juga ingin daftar beasiswa LPDP yang deadline pendaftaran tgl 20 bulan yang sama (Ketiga beasiswa itu adalah pengalaman pertama saya daftar beasiswa). LPDP akan diumumkan tgl 9 september. Hari itu bertepatan dengan tgl pernikahan sahabat saya. Pada tgl 8 sept, Aku pergi ke tempat resepsinya di Ciamis, Jawa Barat. Tapi mampir ke Jogja dulu untuk bertemu dengan teman2 lama. It was really awesome occasion. Bercengkerama, bercanda, dan tidak lupa saling mengingatkan semangat ma’nawiyah yang semakin surut. Singkat cerita, selesai resepsi kita langsung kembali ke jogja. Karena melewati pegunungan, jalanan pun berkelok-kelok yang membuat perut mual. Tiba-tiba ada beberapa teman yang menanyakan hasil LPDP yang membuat perut semakin mual. Setelah sholat ashar, saya beranikan diri untuk buka account. Dan Alhamdulillah ternyata Saya dinyatakan LULUS. (Untuk kisah selengkapnya akan saya tuliskan di artikel lain).

When all is said and done, ada yang unik dari semua pengumuman-pengumuman tsb yaitu diumumkan pada saat saya sedang travelling :D