Selasa, 30 Januari 2018

SHOLAT GERHANA

Sholat Gerhana

Hari ini, 31/01/2018 akan ada fenomena alam sebagai bukti kebesaran Allah SWT yaitu gerhana bulan dan supermoon. Dalam tulisan kali ini saya akan membahas sedikit tentang gerhana dari sudut islam. 

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Mungkin kalau kita melihat indahnya gerhana, kita akan terkesima dan ingin hanya menatapnya dan mengabadikannya. Namun, alangkah lebih baiknya jika kekaguman tersebut bernilai ibadah. Bagaimana caranya? 

Allah SWT berfirman,
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganla kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya. (QS. Fushshilat : 37)

Maksud dari perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Yang Menciptakan matahari dan bulan adalah perintah untuk mengerjakan shalat gerhana matahari dan gerhana bulan

Selain itu, Nabi Muhammad SAW bersabda :
لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ  نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ
Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah". (HR. Bukhari).

Shalat gerhana disyariatkan kepada siapa saja, baik dalam keadaan muqim atau dalam keadaan berpergian, baik untuk laki-laki atau untuk perempuan. Namun meski demikian, kedudukan shalat ini tidak sampai kepada derajat wajib, sebab dalam hadits lain disebutkan bahwa tidak ada kewajiban selain shalat 5 waktu semata. Jumhurul ‘ulama khususnya syafi’iyah menyatakan bahwa hukum sholat gerhana adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan)

AMALAN-AMALAN KETIKA TERJADI GERHANA :
1. Memperbanyak dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan amal shalih. 
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW
فَإِذا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوْااللهَ وَكَبِّرُوْا وَصَلُّوْا وَتَصَدَّقُوْا …
Maka jika kalian melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah. (Muttafaqun ‘alaih).

2. Menuju masjid untuk menunaikan shalat gerhana berjama’ah, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

فَخَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى المَسْجِدِ فَقَامَ وَكَبَّرَ وَصَفَّ النَّاسُ وَرَاءَهُ …

Maka Rasulullah SAW keluar menuju masjid, kemudian beliau berdiri, selanjutnya bertakbir dan sahabat berdiri dalam shaf di belakangnya. (Muttafaqun ‘alaihi).

3. Tidak hanya laki-laki, wanita juga ikut menunaikan shalat gerhana, sebagaimana dalam hadits Asma’ binti Abu Bakr berkata:

أَتَيْتُ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ خَسَفَتْ الشَّمْسُ فَإِذَا النَّاسُ قِيَامٌ يُصَلُّونَ وَإِذَا هِيَ قَائِمَةٌ تُصَلِّي

Aku mendatangi ‘Aisyah, istri Nabi SAW saat terjadi gerhana matahari. Aku melihat orang-orang berdiri menunaikan shalat, demikian pula ‘Aisyah aku melihatnya shalat… (Muttafaqun ‘alaihi).

4. Shalat gerhana (matahari dan bulan) tanpa adzan dan iqamah, akan tetapi diseru untuk shalat dengan ucapan “ash-shalatu jâmi’ah” (shalat akan didirikan), sebagaimana disebutkan dalam hadits Abdullah bin ‘Amr, ia berkata:
لَمَّاكَسَفَتِ الشَّمْسُ غَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُوْدِيَ :إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ
Ketika terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diserukan “ash-shalatu jâmi’ah” (sesungguhnya shalat akan didirikan). (HR Bukhâri).

5. Khutbah setelah shalat, sebagaimana disebutkan dalam hadits, ‘Aisyah berkata:
إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلاَةِ قَامَ وَخَطَبَ النَّاسَ ……
Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tatkala selesai shalat, dia berdiri menghadap manusia lalu berkhutbah. (HR Bukhâri).

TATA CARA SHALAT GERHANA
Tidak ada perbedaan di antara ulama, bahwa shalat gerhana berjumlah dua raka’at. Akan tetapi, para ulama berbeda pendapat dalam hal tata cara pelaksanaannya. Terdapat dua pendapat yang berbeda.

1. Imam Malik, imam Syafi’i, dan imam Ahmad berpendapat bahwa shalat gerhana berjumlah dua raka’at. Pada setiap raka’at ada dua kali berdiri, dua ruku’ dan dua sujud. Pendapat ini berdasarkan beberapa hadits, di antaranya adalah hadits dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata:

كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى الرَّسُوْلُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ والنَّاسُ مَعَهُ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيْلاً نَحْوًا مِنْ سُوْرَةِ البَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوْعًا طَوِيْلاً ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيْلاً وَهُوَ دُوْنَ القِيَامِ الأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوْعًا طَوِيْلاً وَهُوَ دُوْنَ الرُّكُوْعِ الأَوَّلِ .

Artinya: Telah terjadi gerhana matahari pada zaman Nabi Muhammad SAW, maka beliau shalat dan orang-orang ikut shalat bersamanya. Beliau berdiri sangat lama (seperti) membaca surat al-Baqarah, kemudian ruku’ dan sangat lama ruku’nya, lalu berdiri, lama sekali berdirinya namun berdiri yang kedua lebih pendek dari berdiri yang pertama, kemudian ruku’, lama sekali ruku’nya namun ruku’ kedua lebih pendek dari ruku’ pertama. (Muttafaqun ‘alaihi).

Hadits kedua, dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata:

أَنَّ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّىيَوْمَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فَقَامَ فَكَبَّرَ فَقَرَأَ قِرَاءَةً طَوِيْلَةً ثُمَّ رَكَعَ رُكُوْعًا طَوِيْلاً ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ :سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ،وَقَامَ كَمَا هُوَ، ثُمَّ قَرَأَ قِرَاءَةً طَوِيْلَةً وَهِيَ أَدْنَى مِنَ القِرَاءَةِ الأُوْلَى ثُمَّ رَكَعَ رُكُوْعًا طَوِيْلاً وَهِيَ أَدْنَى مِنَ الرَّكْعَةِ الأُوْلَى ثُمَّ سَجَدَ سُجُوْداً طَوِيْلاً ثُمَّ فَعَلَ فِى الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ مِثْلَ ذَلِكَ،ثُمَّ سَلَّمَ …

Bahwasanya Rasulullah SAW pernah melaksanakan shalat ketika terjadi gerhana matahari. Rasulullah berdiri kemudian bertakbir kemudian membaca bacaan yang panjang, kemudian ruku’ dan panjang sekali ruku’nya, kemudian mengangkat kepalanya (i’tidal) seraya mengucapkan: “Sami’allahu liman hamidah,” kemudian berdiri sebagaimana berdiri yang pertama, kemudian membaca, panjang sekali bacaannya namun bacaan yang kedua lebih pendek dari bacaan yang pertama, kemudian ruku’ dan panjang sekali ruku’nya, namun lebih pendek dari ruku’ yang pertama, kemudian sujud, panjang sekali sujudnya, kemudian dia berbuat pada raka’at yang kedua sebagimana yang dilakukan pada raka’at pertama, kemudian salam… (Muttafaqun ‘alaihi).

2. Abu Hanifah juga berpendapat bahwa shalat gerhana ialah dua raka’at. Namun, setiap raka’at satu kali berdiri, satu ruku dan dua sujud seperti halnya shalat sunnah lainnya. Dalil yang disebutkan Abu Hanifah dan yang sepemdapat dengannya adalah hadits Abu Bakrah, ia berkata:

خَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجَ يَجُرُّ رِدَاءَهُ حَتَّى انْتَهَى إِلَى المَسْجِدِ وَثَابَ النَّاسُ إِلَيْهِ فَصَلَّى بِهِمْ رَكْتَيْنِ…..

Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka Rasulullah keluar dari rumahnya seraya menyeret selendangnya sampai akhirnya tiba di masjid. Orang-orang pun ikut melakukan apa yang dilakukannya, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat bersama mereka dua raka’at. (HR Bukhâri, an-Nasâ`i).

Dari pendapat di atas, pendapat yang kuat ialah pendapat pertama (jumhur ulama’),
Ringkasan tata cara shalat gerhana sebagai berikut.
1. Bertakbir, membaca doa iftitah, membaca surat al-Fâtihah, dan membaca surat panjang, seperti al- Baqarah.
2. Ruku’ dengan ruku’ yang panjang.
3. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) seraya mengucapkan : سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
4. Tidak sujud (setelah bangkit dari ruku’), akan tetapi membaca surat al-Fatihah dan surat yang lebih pendek dari yang pertama.
5. Kemudian ruku’ lagi dengan ruku’ yang panjang, hanya saja lebih pendek dari ruku’ yang pertama.
6. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) seraya mengucapkan : سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
7. Kemudian sujud, lalu duduk antara dua sujud, lalu sujud lagi (sebagaimana sholat biasanya)
8. Kemudian berdiri ke raka’at kedua, dan selanjutnya melakukan seperti yang dilakukan pada raka’at pertama.

Semoga Allah senantiasa memberikan maghfiroh, hidayah, dan rohman-rihimnya kepada kita semua. Amin

Ditulis di suatu pagi di kamar tercinta, Harvard Court, Kingsford. 
31/01/2018 10.11 am 

Rabu, 09 November 2016

Perbedaan few & a few, little dan a little




Perbedaan few & a few, little dan a little

Kali ini Saya ingin menulis materi tentang bahasa inggris. Semoga bisa bermanfaat


Pada artikel kali ini, Saya ingin membahas perbedaan few & a few, little & a little yang mungkin kita sering jumpai di beberapa tulisan. 4 kata tersebut mempunyai makna yang berbeda meskupun hanya berbeda ada tidaknya ‘a’.
1.      Few dan little (tanpa a) mempunyai arti sedikit (not many, not much, not enough.)
e.g. - there’s little hope of tackling global warming.
      - few books I love to read are novels
2. a few dan a little (dengan a) mempunyai arti beberapa (some).
e.g. have you got a few minutes to hang out with me?
3. very few dan very little memberi arti yang lebih negative (hardly any)
e.g. nowadays, very few people speak Javanese language well  

Jumat, 21 Oktober 2016

Berkah Rihlah (AAS, MoRA, dan LPDP) :D

Hallo kawans, thanks udah mampir di blog ini, Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman pribadi yang semoga bermanfaat bagi orang banyak. tulisan ini sebagai prolog sebelum saya menceritakan detil tentang masing2 beasiswa. Check it out!!

Bulan juli-september merupakan bulan-bulan yang menegangkan. Di mana tes beasiswa master dan pengumuman berlangsung di bulan-bulan tersebut. Dag dig dug sebenernya, tapi aku bawa santai saja. Bulan juli merupakan waktu pengumuman shortlisted beasiswa AAS (Australia Awards Scholarship) yang aplikasinya udah aku submit 3 bulan sebelumnya, tepatnya di last minute deadline tgl 31 April. Beasiswa ini misterius karena tidak disebutkan tanggal pasti pengumumannya. Hanya disebutkan bahwa pengumuman shortlisted akan dipublished pada bulan juni. Namun, selama bulan juni pengumuman tak kunjung datang. Aku dapat info dari temen bahwa di kaskus, fb dll para aplicants pada heboh berdiskusi belum datangnya pengumuman. To be honest, Aku sama sekali tdk kepikiran waktu itu entah karena saking ndredeg nya atau memang udah pasrah aja ;D. Maklum, ini adalah pengalaman pertama daftar beasiswa LN. 

Pada tanggal 12 Juli, Aku dan teman2 pergi ke malang untuk liburan. Di tengah2 liburan tgl 13 Juli pagi, ada whatsapp dari temen2 yang juga daftar beasiswa ini memberitahukan bahwa tim AAS sudah mengirim email pengumuman. Bisa dibayangin dong, lagi asyik2 liburan out of the blue dikasih kabar yang mendebarkan. Jantung tiba2 berdetak lebih kencang dan darah serasa menyerbu otak. Apalagi ketika mereka mengatakan bahwa mereka kurang beruntung. Mereka sangat penasaran dan memaksaku untuk membuka email. Aku tidak berani membuka email selain karena masih dag dig dug, juga karena sinyal sangat lemah sebab lagi di gunung. Akhirnya, aku matikan HP dan menikmati liburan dulu. Sore hari saat perjalanan pulang ke sidoarjo, q aktifkan lagi hp, langsung incoming chats banyak bgt yang menanyakan bagaimana hasil aplikasiku. Aku masih menghiraukan pertanyaan mereka krn q pun tak PD utk mengecek email. Sesampai di rumah sekitar pukul 22.00, q berencana langsung tidur krn badan sangat capek. Saat mau memejamkan mata, terdapat SMS dari AAS yang menyatakan agar segera melihat E-mail dan melakukan konfirmasi. Aku sangat penasaran, akhirnya q buka email dan hasilnya…… terdapat  tulisan successful. Alhamdulillah, I am successful to be shortlisted candidate. Tahap selanjutnya adalah Tes IELTS dan wawancara. Tes IELTS ini bersifat wajib meskipun saya sudah punya sertifikat IELTS. Aku dapat tes Ielts tgl 31 Juli dan wawancara tgl 5 Agustus di Surabaya (untuk lebih rincinya ttg AAS akan saya ceritakan di bagian terpisah).


Di bulan ini, selain pengumuman AAS terdapat juga pengumuman MORA scholarship. Tes MORA (essay on the spot, tes psikologi, LGD (Leaderless Group Discussion)¸ dan wawancara) akan dilaksanakan tgl 2 Agustus di Jakarta. Wait… tgl 31 aku ada tes IELTS di Surabaya, tgl 2 Agustus ada tes di Jakarta, tgl 5 nya tes di Surabaya lagi. Mepet-mepet banget waktunya. Pada waktu itu q tdk memikirkan persiapan krn aku yakin bahwa aplikasi ku buat sendiri maka aku tahu betul isi aplikasi yang ku buat. Yang lebih q persiapkan adalah kesehatan karena jika tidak fit, maka tes tidak berjalan baik. Alhamdulillah tes MORA berlangsung dari pagi pkl. 9.00 – 22.00. WOW ya jam 10 malam. Bisa dibayangkan kan betapa capeknya dan tgl 5 nya aku harus tes wawancara AAS di Surabaya. Singkat cerita,  Pengumuman keluar 2 minggu setelah tes. Saat itu q juga sedang melakukan perjalanan liburan bersama keluarga ke situbondo. Pada saat perjalanan pulang, di grup WA sudah ramai ttg pengumuman kandidat. Aku melihat status BBM salah seorang teman yg mencantumkan q sbg awardee. (nama-nama MORA awardees dipublished di website, berbeda dengan AAS yang pengumumannya personal ke email masing2) Alhamdulillah aku juga lolos beasiswa MORA (untuk lebih rincinya akan saya ceritakan di bagian terpisah).


Well, selain 2 beasiswa itu. aku juga ingin daftar beasiswa LPDP yang deadline pendaftaran tgl 20 bulan yang sama (Ketiga beasiswa itu adalah pengalaman pertama saya daftar beasiswa). LPDP akan diumumkan tgl 9 september. Hari itu bertepatan dengan tgl pernikahan sahabat saya. Pada tgl 8 sept, Aku pergi ke tempat resepsinya di Ciamis, Jawa Barat. Tapi mampir ke Jogja dulu untuk bertemu dengan teman2 lama. It was really awesome occasion. Bercengkerama, bercanda, dan tidak lupa saling mengingatkan semangat ma’nawiyah yang semakin surut. Singkat cerita, selesai resepsi kita langsung kembali ke jogja. Karena melewati pegunungan, jalanan pun berkelok-kelok yang membuat perut mual. Tiba-tiba ada beberapa teman yang menanyakan hasil LPDP yang membuat perut semakin mual. Setelah sholat ashar, saya beranikan diri untuk buka account. Dan Alhamdulillah ternyata Saya dinyatakan LULUS. (Untuk kisah selengkapnya akan saya tuliskan di artikel lain).

When all is said and done, ada yang unik dari semua pengumuman-pengumuman tsb yaitu diumumkan pada saat saya sedang travelling :D